Tuesday, August 24, 2010

Plastik Biodegradable

Go Green!!!

Dewasa ini kita sering mendengar kalimat itu. Bahkan kalimat itu telah dijadikan salah satu semboyan kampanye salah satu calon bupati di Jawa Barat. Program Go Green calon bupati ini diwujudkan dengan bagi-bagi kantong belanja nonplastik di salah satu pusat pembelanjaan terkemuka.

Go Green sebenarnya adalah upaya untuk kembali memanfaatkan bahan-bahan dari alam dan mengurangi penggunaan bahan-bahan sintetik yang membahayakan lingkungan. Salah satu bahan sintetik tersebut adalah plastik. Sampah plastik menimbulkan masalah serius karena tidak mudah terurai atau terdegradasi di lingkungan. Akibatnya sampah tersebut dapat mencemari air dan tanah.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi bahaya sampah plastik. Diantaranya adalah dengan melakukan recycling, recovery, reuse dan reduce. Recycling atau daur ulang dilakukan dengan mengolah kembali sampah plastik menjadi plastik baru yang kemudian dapat digunakan kembali. Metode ini banyak digunakan untuk botol-botol plastik minuman. Recovery dilakukan dengan menggunakan plastik sebagai bahan bakar sehingga energinya dapat termanfaatkan. Reuse dilakukan dengan menggunakan kembali plastik-plastik sebelum benar-benar rusak dan dibuang. Reduce merupakan metode pengurangan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan tas belanja non-plastik.

Masalahnya adalah kehidupan kita benar-benar sudah tergantung oleh plastik. Di sekitar kita pasti ditemukan bahan-bahan yang terbuat dari plastik. Mulai dari pembungkus makanan dan minuman, alat-alat kebututan kantor, meja, kursi dan sebagainya. Metode yang masih relatif baru untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan oleh plastik adalah dengan memproduksi plastik biodegradable, yaitu plastik yang dapat terurai di lingkungan.

Terdapat dua jenis utama plastik biodegradabel di pasaran, yaitu hydro-biodegradable plastic (HBP) dan oxo-biodegradable plastic (OBP). Seperti namanya, HBP akan mengalami degradasi oleh adanya reaksi hidrolisis sedangkan OBP dapat mengalami degradasi karena reaksi oksidasi. Degradasi ini akan memecah polimer plastik menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana.

OBP dibuat dengan menambahkan sejumlah kecil senyawa logam transisi tertentu (biasanya besi, mangan, kobalt atau nikel) pada plastik jenis poliolefin seperti polyethylene (PE), polypropylene (PP) dan polystyrene (PS). Aditif ini bertindak sebagai katalis. Katalis ini akan mempercepat reaksi degradasi oksidatif hingga beberapa kali lipat. Produk degradasi oksidatif terkatalisis dari poliolefin persis sama dengan hasil degradasi poliolefin konvensional.

HBP cenderung terdegradasi dan terbiodegradasi agak lebih cepat dari OBP, tetapi HBP membutuhkan unit pengolahan khusus. Hasil akhir degradasi OBP dan HPB adalah sama, keduanya dikonversi menjadi karbon dioksida (CO2), air (H2O) dan biomassa. Namun pada kondisi anaerob, HBP menghasilkan gas metan. Gas metan ini tidak dihasilkan pada degradasi OBP. OBP umumnya lebih murah, memiliki sifat fisik yang lebih baik dan dapat dibuat dengan peralatan pengolahan plastik kovensional.

Poliester memainkan peran dominan dalam HBP karena sifat ester yang dapat terhidrolisis. OBP dapat dibuat dari hasil pertanian seperti jagung, gandum, tebu, atau bahan bakar fosil (petroleum-based), atau gabungan dari keduanya. Beberapa polimer yang sering digunakan adalah PHA (polyhydroxyalkanoates), PHBV (polyhydroxybutyrate-valerate), PLA (asam polylactic), PCL (polycaprolactone), PVA (polyvinyl alcohol), PET (polyethylene terephthalate).

Di Indonesia sendiri sedang dikembangkan plastik biodegradable dari pati.. Pati merupakan biopolimer karbohidrat alami yang dapat terdegradasi secara mudah di alam. Namun sayangnya pati memiliki keterbatasan terkait kelarutan dalam air sehingga mudah rusak. Tidaklah lucu kiranya ketika plastik yang kita gunakan akan bocor bila terkena air.

Untuk menutupi kelemahan ini, maka pati dapat dicampur dengan biopolimer lain yang bersifat hidrofobik sehingga dapat tahan air. Salah satu biopolimer hidrofobik yang direkomendasikan adalah kitosan.  Kitosan diperoleh dari limbah cangkang udang dan crustacea lainnya. Selain tidak larut di dalam air, kitosan juga bersifat tidak toksik, mudah terdegradasi dan bersifat polielektronik.

Pada dasarnya plastik biodegradable adalah plastik yang lebih mudah terurai oleh mikroorganisme daripada plastik konvensional. Plastik biodegradable dapat dibuat dengan penambahan aditif seperti ion logam transisi plastik konvensional. Selain itu plastik biodegradable juga dapat dihasilkan dengan menggunakan bahan dasar alam hasil pertanian yang dapat dengan mudah terurai oleh bakteri seperti pati.

PhD positions at University of Rome 3, Italy

Call for Applications

PhD Level Courses (”Corsi di dottorato di ricerca”)
Roma Tre University (Doctorates, Doctoral Schools)

Expiration date August 26th,2010 - 14.00 CET time

CALL FOR APPLICATION (PDF)
http://europa.uniroma3.it/bando2010s
http://europa.uniroma3.it/bando2010s/CALL_FOR_APPLICATION_2010.PDF

PhD scholarship in radiochemistry at Technical University of Denmark

Overview
Applications are invited from enthusiastic and talented individuals for a PhD scholarship in radiochemistry at the Hevesy Laboratory at Risø DTU.

The Hevesy Laboratory is a radiochemical and radiopharmaceutical facility at Risø DTU. The laboratory has a 16.5 MeV cyclotron equipped with a beam line for in-house production of isotopes, including 18F for PET scanning. The research laboratories and clean rooms feature state of the art equipment for radioactive and stable isotope chemistry.

At present, we are 20 people in a multidisciplinary team, working with both research and production. Among the research activities currently conducted are 18F chemistry, tritium chemistry and Auger emitting nuclides for therapy.

Research
Drawing on recent advances in organic-, organometallic- and radiochemistry the successful candidate will explore new methods of 18F-C bond formation using 18F fluoride. The research will also include the development of new methodologies for extraction of 18F-fluoride from target water and converting it into an efficient fluorination source.

Qualifications
Candidates should have (or be about to obtain) a master`s degree in engineering, radiochemistry, organic- or organometallic chemistry or a similar degree with an academic level equivalent to the master`s degree in engineering. The candidate should also demonstrate a strong commitment to research.

Approval and Enrolment The scholarships for the PhD degree are subject to academic approval, and the candidates will be enrolled in one of the general degree programmes of DTU. For information about the general requirements for enrolment and the general planning of the scholarship studies, please see the DTU PhD Guide.

Salary and appointment terms
The salary and appointment terms are consistent with the current rules for PhD degree students. The period of employment is 3 years.

Further information
You are welcome to contact Senior Researcher Fedor Zhuravlev, +45 4677 5337 or Head of Hevesy Laboratory Palle Rasmussen, +45 7677 5332 .

Application
The application deadline is 1 September 2010. Please open the link “apply for this job online” and fill in the application form and attach the following documents: 1) a Cover Letter, 2) a CV, including list of publications, 3) a copy of your academic transcripts.

All interested candidates irrespective of age, gender, race, religion or ethnic background are encouraged to apply.

Source: http://www.dtu.dk/English/About_DTU/vacancies.aspx?guid=5df74c2e-1cf3-4ac7-a996-c04b017e51ccP

Fully funded PhD Studentship in Organic Chemistry - Monash University

Fully funded PhD studentship
Dendrimer Synthesis
Monash University, Australia

We seek an outstanding PhD candidate with a background in synthetic organic chemistry to develop a new class of dendritic molecules, and to study their applications. The position is fully funded, both fees and stipend, for four years.

Project description

The successful candidate will investigate a new method for the synthesis of a library of dendrimers with variations in the sizes and shapes of the monomers, and of the strength and character of the forces between them. One aim of the project is to make dendrimers carrying a variety of functionality, and with the flexibility of the synthetic strategy, engineer the molecules for solubility, surface activity, and assembly into larger structures.

Measurement of the conformations of the dendrimers using Small-Angle X-ray Scattering (SAXS) is part of the project, and the successful candidate will have the opportunity to gain experience with this method at the Australian Synchrotron, collocated with Monash University. Computer models for the dendrimer conformations will be tested by the SAXS methods.

Monash University

Monash University has Australia’s leading chemistry school, ranking 64th in Shanghai’s Jiao Tong Index. Monash is one of only three Australian universities ranked in the global top 100 for Chemistry, according to the Academic Ranking of World Universities (ARWU). The ARWU annually grades over 1000 institutes on six objective indicators including the number of highly cited researchers, the number of articles published in the journals Nature and Science and the per capita performance with respect to the size of the institution.

Applications

Interested candidates should send a CV, a short description of research interests, and the names of two or more referees to the email addresses below.

Enquiries should be directed to:

Dr. David Lupton,

david.lupton@monash.edu,

http://users.monash.edu.au/~dwlupton/index.html.

or

Dr. Angus Gray-Weale,

angus.gray-weale@monash.edu,

http://www.gusgw.info.

Scholarship for Doctoral Studies in Germany (DAAD)

DAAD Long-term Research Grants for Doctoral Studies
NO AGE LIMIT APPLIED

Closing Date : 15 October (annually)

1. Objective
Research grants are given to :
a. excellently-qualified teaching staff from state or private universities
b. researchers from research institutions in any field of study/research
c. applicants from private sectors with at least two years of working experience
Research grants can be used to carry out :
- research projects at a German university for the purpose of gaining a
doctorate in Germany
- research projects at a German higher education institution for the purpose of
gaining a doctorate in Indonesia (according to the “DAAD Sandwich Model” – see
page 5)
2. Scholarship duration
The length of the grant is set by the grant committee during the selection
depending on the project in question and on the applicant?s work schedule. In
the case of full doctoral programs in Germany the scholarship will be granted
for up to three years. For sandwich scholarships, the research stay in Germany
will be supported for a maximum of two years. Even when support has been awarded
for a full doctoral program, that award will be limited to one year at time.
Extensions of the scholarship depend on the evaluation of the work done thus
far.
3. Value
Depending on the award holder?s academic level, the DAAD will pay a monthly
award of 1000 Euros plus travel and health insurance allowances. In addition to
these payments, the DAAD will pay a study and research allowance.
When award holders take doctoral programs run under the “DAAD Sandwich Model”
and obtain the degree at the home university the award may include the travel
expenses of both academic supervisors.
4. Requirements
a) holder of Master Degree (S2 Degree) with minimum GPA of 3,00
b) Master?s degree should have been completed not longer than six years at the
time of application
c) a convincing and well-planned research project that has been agreed by a
German academic supervisor at the German host university.
Please see page 7 for information on „How to find an academic supervisor in
Germany?
d) written confirmation of the supervision by a professor in Germany commenting
on your research program.
e) It is required that doctoral candidates wishing to take a doctorate/PhD in
their home country (Sandwich Program) must register for the doctorate at their
home university.
f) Proficient in English - TOEFL IBT 80 or ITP 550 or IELTS 6 (obtained in 2009
or 2010) -or good German language skills. TOEFL Prediction is not accepted
g) Applicants from the medical field must fulfil specific requirements (see page
6).
h) Applicants, who have been residing in Germany for more than one year at the
time of application, cannot be considered

General Information on Long-term Research Grants for Doctoral Candidates

1. Application (Online application is possible!)
It is strongly recommended to apply online at our website
http://www.daadjkt.org/index.php?scholarships
You must however print, sign and send the filled out
application form together with the required documents by post to the DAAD
Jakarta Office prior to the deadline. The instruction on how to apply online is
available at our website.
2. Selection:
A Joint Selection Committee consisting of German and Indonesian university
lecturers/researchers will interview the applicants in Indonesia and recommend
candidates for final approval to DAAD.
The interviews are conducted in English, and will be held in November 2010.
DIKTI and/or the DAAD Jakarta Office will inform the candidates in question in
due time about the exact dates and venue for the interviews.
Travel costs for attending the interviews cannot be borne by DAAD but should be
covered by the sending institutions in their own interest.
3. Two months-German language pre-departure training in Jakarta:
The DAAD scholarship holders will attend a German course at Goethe-Institut
Jakarta. This course will be financed by the Directorate General of Higher
Education (DIKTI) for all candidates from universities. Costs for other
candidates have to be borne by the sending research institutions or by the
candidates themselves. For the full course period, all participants have to be
released from any teaching, research or other duties at their home institutions.
The major part of the course is devoted to basic German language training at
Goethe-Institut Jakarta.
Language courses preceding the university studies will be financed by the DAAD
and will take place at a specialised language institute in Germany. If a final
test “DSH” (=German Language Proficiency Test) is required by German
universities for admission to a degree course, a six months intensive course is
necessary.
4. Commencement of studies in Germany:
When meeting all requirements, scholarship holders may commence academic studies
in Germany in winter semester (October) of the following year.
Candidates who have previously applied for a DAAD scholarship without success,
may re-apply to the DAAD Jakarta Office only once.

Wednesday, August 18, 2010

Mekanisme Pembakaran

Awas bahan mudah terbakar! Jauhkan dari sumber api dan panas!

Begitu melihat peringatan itu, kita tentunya akan waspada dalam menyimpan bahan tersebut. Kita akan menjauhkannya dari nyala api dan panas karena kita telah memahami bahwa sumber nyala api dan panas dapat menyebabkan kebakaran. Bagaimana hubungan antara ketiga hal tersebut dapat kita lihat di segitiga di bawah ini.



Dari segitiga di atas kita melihat ada tiga komponen pembentuk api, yaitu panas, bahan bakar dan oksigen. Panas merupakan sumber energi yang diperlukan untuk membakar suatu bahan. Energi yang dihasilkan dari pembakaran harus cukup besar untuk dapat melakukan pembakaran berikutnya. Bahan bakar adalah gas yang dilepaskan oleh suatu bahan melalui penguapan sederhana ataupun dekomposisi termal. Oksigen berasal dari udara. Oksigen tersebut harus berbaur dengan uap bahan bakar baru kemudian akan terjadi reaksi bila terdapat energi yang cukup. Reaksi pembakaran akan menghasilkan campuran gas panas dan partikulat.

Berikut ini adalah tahapan dari pembakaran:

Tahap pertama: Pemanasan
Sumber energi eksternal mensuplay panas yang kemudian menyebabkan peningkatan temperatur bahan.
Tahap kedua: Transisi
Sifat fisika, mekanik dan termal bahan berubah. Terjadi pelelehan dan penguapan senyawa.
Tahap ketiga: Degradasi
Ikatan akan mulai putus. Material seperti polimer dapat meleleh dulu sebelum terbakar.
Tahap keempat: Dekomposisi
Pada temperatur yang lebih tinggi lagi hampir semua ikatan akan putus dan melepaskan molekul gas yang berbeda-beda tergantung pada material yang dibakar.
Tahap kelima: Oksidasi
Dengan adanya oksigen pada temperatur tinggi oksidasi fragmen gas terjadi secara cepat dengan menghasilkan gas, nyala dan produk pembakaran (CO2 dan air)



Sumber: http://www.pslc.ws/fire/hsteach/index.htm

Thursday, August 12, 2010

Seminar Material Metalurgi 2010

Tema Seminar

“Peran Penelitian Material Metalurgi untuk Peningkatan Nilai Tambah Sumber Daya Mineral Indonesia”

Pendahuluan

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam mineral yang melimpah. Kekayaan alam tersebut merupakan peluang yang sangat potensial bagi munculnya berbagai industri dari industri hulu sampai industri hilir. Hal ini karena mineral-mineral tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi berbagai industri, seperti manufaktur, transportasi, elektronik dan lain-lain.

Pengelolaan sumber daya mineral Indonesia yang telah dilakukan oleh industri hilir maupun hulu tersebut masih mengalami keterbatasan khususnya dalam pemanfaatan mineral sebagai bahan baku yang dapat ditingkatkan nilai tambahnya. Upaya penelitian-penelitian telah dilakukan oleh lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dan industri. Namun keselarasan hasil penelitian belum dapat diimplentasikan secara maksimal untuk aplikasi pada industri. Penelitian pada bidang material dan metalurgi, merupakan salah satu pihak yang dianggap berkompeten untuk peningkatan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia. Penelitian tersebut harus mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan industri nasional.

Seminar Material dan Metalurgi 2010 ini diharapkan mampu menyumbangkan hasil-hasil penelitian yang bermanfat bagi pembangunan nasional dan pemecahan masalah-masalah yang terkait dengan pemanfaatan sumber daya mineral Indonesia. Seminar Material Metalurgi ini akan dihadiri oleh para peneliti dan praktisi dari berbagai instansi penelitian, perguruan tinggi dan industri. Partisipasi peserta seminar akan memberikan sumbangsih besar dalam terciptanya keharmonisan antara lembaga penelitian, instansi pendidikan, dan industri dalam upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.
Tujuan Kegiatan

1. Meningkatkan kemampuan dan kompetensi para peneliti di bidang material metalurgi dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.
2. Memberi wadah bagi penyampaian ide, gagasan, solusi, dan diskusi untuk kemajuan industri nasional, khususnya pada industri berbasis material metalurgi.
3. Memberi pedoman masukan bagi aspek penelitian dan pengembangan di bidang material metalurgi yang sejalan dengan tuntutan industri nasional.

Rencana Kegiatan

Keynote Speaker

1. Direktur Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Dr. Ir. Bambang Setiawan
2. Ketua Kelompok Keahlian (KK) Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan & Perminyakan, Institut Teknologi Bandung, Prof. Syoni Soepriyanto, PhD.
3. Direktur Utama PT. Timah Industri, Ir. Purwijayanto

Pembicara Pemakalah Seminar

1. Instansi Perguruan Tinggi
2. Industri
3. Rekayasa dan Jasa Metalurgi
4. Lembaga Penelitian dan Pengembangan
5. Instansi Pemerintah
6. Mahasiswa

Presentasi Industri dan Diskusi Panel
Pada sesi ini akan dilakukan presentasi industri dan diskusi panel berkaitan dengan tema seminar. Acara ini akan menampilkan panelis dari berbagai industri dan lembaga litbang antara lain:
- PT. NUSANTARA SMELTING CORP. (NSC), Ir. Satya Graha
- PT. ANTAM, Tbk, Ir. Tatto Miraza
- Pakar Metalurgi, Dr. Ir. Rozik Boedioro Soetjipto
- Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LitBang)
- Industri Material dan Metalurgi
Presentasi Ilmiah
Makalah-makalah yang dipresentasikan diputuskan berdasarkan seleksi tehadap full paper yang masuk. Hasil seleksi akan diberitahukan kepada peserta melalui email atau pengumuman pada situs ini.
Poster dan Pameran
Makalah yang tidak termasuk dalam daftar makalah yang dipresentasikan akan dipamerkan pada sesi poster yang didampingi oleh panelis poster. Pameran terdiri atas stand-stand para sponsor, perusahaan, dan industri yang akan memamerkan produk-produk atau jasa unggulan mereka.

Peserta Seminar

Peserta Seminar Material Metalurgi 2010 terdiri dari pemakalah dan peserta pendengar dari berbagai kalangan seperti:
1. Perguruan Tinggi
2. Lembaga Penelitian dan Pengembangan
3. Instansi Pemerintah
4. Industri
Ruang Lingkup Makalah

Adapun makalah peserta (dipresentasikan boleh dalam bentuk poster dan diprosidingkan) mencakup topik-topik:
1. Pengolahan sumber daya mineral
2. Ekstraksi mineral/logam dari limbah
3. Metalurgi fisik dan Manufaktur
4. Keramik dan komposit
5. Advanced material dan nanoteknologi
6. Rekayasa peralatan metalurgi
7. Analisa dan karakterisasi material dan mineral
8. Permodelan dan simulasi material/metalurgi
9. Korosi dan failure analysis
Target Keluaran

1. Dokumen Prosiding Metalurgi yang akan diterbitkan Januari 2011
2. Dokumen Majalah Metalurgi edisi khusus 2011 untuk makalah tertentu yang terpilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan
3. Dokumen Majalah Korosi edisi khusus 2011 untuk makalah tertentu yang terpilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan

Pelaksanaan Seminar

Hari/Tanggal: Rabu / 13 Oktober 2010
Waktu: 08.00 - 16.15 WIB
Tempat: Graha Widya Bakti DRN, Kawasan PUSPIPTEK, Serpong, Tangerang 15314, Banten
Tanggal-Tanggal Penting

18 Agustus 2010:
Batas pengiriman abstrak lengkap (extended abstract) dan makalah lengkap (full paper)

22 September 2010:
Pengumuman presentasi oral dan poster

27 September 2010:
Batas pembayaran peserta seminar
Ketentuan-Ketentuan

Panduan Abstrak Lengkap (Extended Abstract)

1. Abstrak lengkap (extended abstract) ditulis lebih kurang 400 kata dalam format 1 spasi dengan huruf Times New Roman 10 di atas kertas A5.
2. Tampilkan 1 atau 2 buah foto, gambar atau tabel dengan ukuran 5 x 3 cm (atau menyesuaikan).

Makalah Lengkap

1. Panduan lengkap penulisan makalah dapat diunduh di sini.
2. Makalah dibuat dalam bentuk berkas .doc atau .docx dan dikirim ke alamat email seminar@metalurgi.lipi.go.id atau diserahkan langsung ke sekretariat.

Poster

1. Poster harus dibuat sendiri oleh peserta dalam bentuk hard-copy dan diserahkan ke panitia selambat-lambatnya pada saat sebelum acara seminar dimulai pada tanggal 13 Oktober 2010.
2. Poster dibuat pada kertas ukuran A1 posisi portrait dan memuat informasi yang lengkap terhadap isi makalah secara keseluruhan.
3. Poster terdiri dari Judul, Nama dan Afiliasi, Abstrak, Pendahuluan, Percobaan, Hasil Percobaan, Pembahasan, dan Kesimpulan.

Pendaftaran

Biaya yang dikenakan untuk mengikuti Seminar Material dan Metalurgi 2010 adalah:
- Rp 200.000,- untuk Pemakalah
(untuk makalah kedua dan selanjutnya dikenakan biaya masing-masing Rp 100.000,-)
- Rp 150.000,- untuk Pendengar
(mahasiswa peserta pendengar dengan rekomendasi dosen tidak dikenakan biaya pendaftaran,
jumlah peserta terbatas)
- Pemesanan Prosiding Seminar dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 200.000,-

Biaya langsung ditransfer ke rekening Seminar Material Metalurgi 2010 sebagai berikut:
Rekening Seminar Material Metalurgi 2010
Bank Syariah Mandiri KCP Ciputat
No. Rekening 101 002 1997
a.n. Koperasi Karyawan Metalurgi

Konfirmasi transfer dapat dilakukan dengan mengirimkan SMS ke nomor 085714599735 (Agung Baskoro) atau 081322840550 (Erie) atau dengan mengirimkan email ke alamat: seminar@metalurgi.lipi.go.id dengan judul “Konfirmasi Transfer Biaya Seminar Material Metalurgi 2010″.

Untuk memudahkan panitia, bukti transfer harap dikirimkan melalui fax ke nomor 021 7560553 u.p. Agung Baskoro.

Pendaftaran online dapat dilakukan dengan mengisi Formulir Pendaftaran atau datang langsung ke sekretariat.

Sekretariat
Panitia Seminar Material Metalurgi 2010
Pusat Penelitian Metalurgi - LIPI
Kawasan PUSPIPTEK Gd. 470, Serpong, Tangerang
Telp. 021-7560911, Fax. 021-7560553
Email: seminar@metalurgi.lipi.go.id
Contact Person:
Yulinda Lestari (081389925637)
Erie (081322840550)